Showing posts with label berbagi. Show all posts
Showing posts with label berbagi. Show all posts

Jangan Di Bulan Puasa Saja

Selama ini ada beberapa komunitas yang saya ikuti on/off. Saat saya ingin bergabung dalam sebuah komunitas, yang saya cari adalah apakah pemimpinnya amanah, cara penyaluran bantuan dan fleksibilitasnya.
Pemimpin yang amanah, ini kriteria terpenting menurut saya. Kenapa? Agar saya yakin, bantuan yang disalurkan melalui komunitas tersebut sampai ke tangan yang berhak atau tidak. Ada banyak komunitas yang mengatasnamakan orang-orang tidak mampu tapi pada akhirnya hanya menjadi sarana memperkaya diri sendiri para pengurus komunitas tersebut. Banyak-banyak cari info tentang suatu komunitas sebelum memutuskan bergabung atau sekedar mentransfer donasi. Kecuali tidak perduli kemana larinya uang anda.
Cara penyaluran bantuan. Kalau hanya menyalurkan bantuan lalu difoto untuk dokumentasi tanpa ada pendampingan lebih lanjut, membuat bantuan itu hanya sekedar memberi ikan, bukan kail dan umpan. Tidak mendidik. Mungkin membantu sedikit di awal, tapi tidak menyelesaikan masalahnya. Hal ini juga mendorong mereka yang dibantu untuk selalu menadahkan tangan, meminta.
Terakhir, fleksibilitasnya. Bukannya sok sibuk, tapi sebagai ibu dari 3 anak yang tidak memiliki asisten, saya memang tidak memiliki banyak waktu. Kalau sedang ada acara berbagi, 3pzh biasanya saya titipkan ke ayahnya. Itupun bila ayahnya tidak keluar kota. Seringnya sih, 3pzh saya bawa atau malah tinggal di rumah saja bila memang hanya sebentar (2-3jam) atau darurat (seperti dondar siaga).
Kalau ada yang bilang, jangan bulan puasa saja dong, ikutan kegiatan sosialnya. Rrrrr yang ngomong gitu mungkin perlu saya kasih my daily routines ya? Atau mau coba jadi "saya" sehariiiii aja? :D
Beberapa teman yang saya ajak ikutan komunitas-komunitas sosial ini, umumnya juga "takut" tidak bisa ikutan saat ada acaranya. Well, fyi saja, untuk kita-kita ibu RT, bisa kok mencari komunitas yang fleksibel. Saya yakin, tiap komunitas memiliki banyak pegiat, tetapi anak-anak kita hanya memiliki 1 ibu. Jadi tidak usah terlalu dipikirkan kalau 'tidak bisa'-nya. Pantengin jadwal komunitasnya, ikut saja kapan anda bisa. As simple as that.
Saya yakin sekali, selama ada niat dan kemauan, Allah akan mempermudah jalannya. Jadi gak perlu nunggu bulan puasa kan, untuk berbagi?
Dibawah ini beberapa komunitas yang saya ikuti. Bila berminat, sila di klik link-nya untuk informasi lebih lanjut.
1. Komunitas Berbagi:
www.gerakanberbagi.com
2. Mukena10ribu
http://mukena10ribu.posterous.com/
3. Shoebox project
http://shoeboxproject.wordpress.com








Bukber

Sudah bulan puasa lagi. Dan undangan bukber (buka bersama) pun berdatangan. Dari teman-teman arisan, class moms, dan yang lainnya. Sayangnya, semua tidak dapat saya penuhi. Bukannya sombong, tapi memang di bulan puasa selalu saya khususkan untuk ibadah dan keluarga. Sudah bertahun-tahun kami sekeluarga tidak pernah buka puasa di luar rumah (kecuali untuk berbagi).
Di Indonesia angka konsumsi justru melonjak saat memasuki bulan suci ini. Mal penuh sesak, rumah makan pun demikian. Di rumah, lauk-pauk istimewa disediakan. Semua itu dengan dalih: sekali setahun ini.
Ada juga yang justru di bulan puasa berjualan dengan alasan: untuk biaya lebaran. Tapi saat jualan, jangankan meningkatkan ibadah sunnah, yang wajib saja jadi sering terlambat. Karena mengejar "baju lebaran" kita jadi lalai dengan ibadah yang seharusnya kita perbanyak di bulan penuh hikmah ini.
Lupakah kita apa sejatinya makna puasa itu? Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu. Mulai dari nafsu syahwat, emosi, juga keinginan yang konsumtif.
Tentu tidak salah menghidangkan makanan yang istimewa di meja makan sekali-sekali. Tetapi bukan berarti menyediakan menu berbuka beraneka ragam karena lapar mata, dong? Kalau sampai di 1 meja ada puding, cendol, kue-kue, kolak di luar nasi dan lauk pauknya, sepertinya itu sudah berlebihan ya? Berbukalah dengan yang manis, bukan berbukalah dengan menu yang banyak kan?
Kalau ada kelebihan rezeki, kenapa tidak berbagi dengan mereka yang lebih membutuhkan? Kalau ada waktu luang, kenapa tidak dipakai untuk kegiatan yang lebih bermanfaat? Beribadah itu tidak hanya mengaji dan shalat, loh. Ada banyak caranya dan Islam itu selalu memudahkan. Daripada bukber dengan teman-teman yang ujungnya berghibah, mendingan bukber dengan anak yatim. Daripada waktu dihabiskan untuk nge-mal nyari baju lebaran, lebih baik bila dipakai untuk mengunjungi anak cacat ganda di Sayap Ibu, misalnya.
Mari jadikan bulan Ramadhan sebagai waktunya untuk menambah catatan amal kita. Jalankan yang wajib, jauhi yang dibenci oleh-Nya dan perbanyak yang sunnah. Semoga di bulan suci ini ibadah kita dimudahkan dan diterima Allah SWT. Aamiin.
Bingung mau ikut kegiatan sosial dimana bulan Ramadhan ini? Atau bingung mau menyalurkan bantuan kemana? Yuk gabung dengan Gerakan Berbagi.
Email:
info@gerakanberbagi.com
Website:
www.gerakanberbagi.com
Rekening Donasi:
Bank Permata
A/n Gerakan Berbagi 0701432797
Bank BCA
A/n Eric Gunawan 2371528450









Keempat Kalinya



Hampir dua bulan tidak ada panggilan untuk dondar sejak Alika tiada. Di satu sisi bersyukur, tidak ada anak kanker dengan golongan darah A+ yang sedang dalam keadaan kritis. Sebaliknya, badan kok rasanya ga enak ya kelamaan gak dondar?

Minggu sore saya putuskan untuk puasa sunnah Senin besok. Tapi Senin pagi jam 10an, di bbm Pay dan mba @inagibol untuk panggilan dondar. Woooohoooo!!! Langsung saya batalkan puasa dengan banyak minum air putih dan ngemilin coklat supaya tensi tidak rendah dan Hb bagus.

Setelah kelar urusan domestik dan nyuapin da gals, jam 13an saya langsung tancap gas naik motor menuju UTDP. Di tes hema, ternyata Hb rendah hanya 10,4 dari yang seharusnya 12 sekian. Tidak putus asa, saya langsung ke kantin beli teh kotak, susu coklat dan mi rebus pakai telur. Akhirnya karena ini dondar yang keempat dan sebelumnya juga pernah seperti ini (Hb rendah), saya diijinkan dondar. Horeeee *joget-joget*

Karena trombosit saya tinggi, 3 cycle sudah kelar proses dondarnya. Kata bu Tina, nakes UTDP, baru saya loh yang 3 cycle sudah selesai. Yang lain perlu 4-5 cycle baru cukup jumlah plateletnya.*idungkembangkempis*

Dioleh-olehin bento dari Bolo-Bolo, saya pun pulang (soalnya masih kenyang banget kalau harus makan disitu). Sempet diomelin lagi sama bu Tina karena naik motor, takut pingsan, katanya. Tapi saya tidak merasa pusing sama sekali, jadi ya bismillah saja. Itupun tidak langsung pulang, karena masih harus mampir mengambil dan mengantar pesanan di Saharjo dan Pancoran.

Alhamdulillah, sampai di rumah dengan selamat, pas saat adzan maghrib berkumandang. Senangnya hari ini, dondar keempat lancar jaya. Hati senang, badan sehat, insya Allah dapat pahala. Gimana gak ngangenin tuh dondar? ;)


Kaos Berbagi




Kawan, ini bukan jualan kaos, tapi kami dari #gerakanBERBAGI ingin menggalang dana untuk anak-anak kanker di Indonesia.

KENAPA kita membantu agar tersedianya trombosit darah utk anak-anak kanker ini? 
1. Karena MINIM NYA MINAT masyarakat sebagai pendonor Apheresis, 
2. Karena KURANG NYA KESEDIAAN trombosit darah, 
3. Karena HANYA 5% calon pendonor YANG LOLOS sebagai pendonor dari keseluruhan yang bersedia, dan 
4. KARENA KITA PEDULI.

Ada 3 tahap untuk membantu #gerakanBERBAGI berAKSI agar anak-anak kanker terselamatkan, yaitu:
1. Menjadi pegiat @dondarSIAGA Apheresis dengan bersedia mendonorkan trombosit darah anda SAAT DIPERLUKAN. Sila add pin:21847C22

2. Berdonasi agar #gerakanBERBAGI bisa terus melakukan screening darah berkala untuk pendonor-pendonor Apheresis @dondarSIAGA agar tidak ada lagi anak-anak kanker yang tak terselamatkan karena pendarahan.
Biaya Screening Darah 1 orang pendonor adalah Rp.400.000

3. Menyebarkan info ini disertai doa agar lebih banyak manusia yang secara nyata melakukan 3 step ini.
Berdonasi & memakai kaos ini artinya anda telah lakukan step 2 & 3. Bantu kami ya?


Sehubungan dengan saran dan kritik membangun dari kawan-kawan semua, kaos kepedulian ketersediaan darah #Apheresis #gerakanBERBAGI hanya 1 design dengan warna Kuning, Merah dan Hitam Size S, M, L dan XL. Harap maklum. Harga kaos Rp80ribu+ongkir.

Tarif ongkir JNE reguler : 
Jabodetabek & bandung : Rp.10.000
Semarang/solo/jogya/surabaya : Rp.15.000
Malang/bali : Rp.20.000
Medan/batam : Rp.24.000
Samarinda/balikpapan : Rp.37.000
Manado : Rp.41.000

Untuk setiap 10 kaos terjual, ada 1 orang calon pendonor darah trombosit Apheresis yang bisa kami biayai screening darahnya.

Donasi + Ongkir dapat melalui: 
- Bank Permata
A/N Gerakan Berbagi 0701432797 
atau 
- Bank BCA 
A/N Eric Gunawan 2371528450

Kemudian kirim email ke: sambitan212@gmail.com disertakan photo bukti transfer, ukuran kaos, warna dan alamat kirim.

Terima kasih sudah bersedia membantu anak KANKER melalui #gerakanBERBAGI




Dengan kerendahan hati,
Ina Madjidhan | 087880360060 



Ketidakpedulianmu Membunuhnya







Alika sudah berpulang. Hari ini, Jumat 13 April 2012. Dari pagi saya ingin segera meluncur ke Dharmais, saat mbak ina mengabarkan Alika kejang-kejang. Tapi telpon dari ibu saya yang sakit dan minta ditengok cucu-cucunya, tidak mungkin saya tolak. Ingin rasanya bisa membelah diri jadi 2.

Zu dan Za yang biasanya ribut di mobil, seperti mengerti perasaan saya. Mereka diam saja sambil melihat dengan muka cemas ke bundanya yang menyetir dengan mata basah. Za bahkan menepuk-nepuk kepala saya, seolah ingin menenangkan.

Sungguh, bukan saya tidak ikhlas. Sangat ikhlas, bahkan sangat lega Alika akhirnya bisa terbebas dari penderitaannya. Yang selalu saya tangisi adalah betapa di usianya yang masih sangat muda, sudah demikian berat cobaan yang diterimanya. Betapa sedih ibundanya melihat putri kecilnya berjuang melawan kanker retinablastoma dan akhirnya harus mengikhlaskan kepergiannya. Betapa putus asanya saya ketika permintaan donor apheresis melalui status bb/fb/twitter ASELIK dicuekin! Tidak seorang pun menanggapi (ˇ_ˇ'!l)

Meneruskan permintaan donor apheresis melalui broadcast message, hanya akan mendapat respon: icon jempol, tidak ada respon sama sekali, atau jawaban-jawaban seperti: gue takut jarum! Gue takut ketularan penyakit! Gue sibuk, anak gue kan 3! Gue kan sudah nyumbang!

Takut jarum?! Apakah rasa takut itu lebih besar dari rasa takut seorang ibu kehilangan anaknya? Takut ketularan penyakit?! Justru dengan donor apheresis ini si donatur menjadi lebih sehat karena harus melalui berbagai macam tes dan harus hidup sehat untuk bisa lolos jadi donatur apheresis. Sibuk? Anak 3?! Sama dong! Anak saya juga 3, tanpa asisten pulak! Udah nyumbang?! Terima kasih loh, sudah bersedia menyumbang. Tapi aksi nyata juga boleh dong, sekali-sekali. Supaya belajar berempati, tidak sekedar simpati.

Tapi saya yakin, di luar sana, masih banyak yang mau perduli untuk berbagi. Mungkin anda salah satunya. Jangan biarkan ketidakpedulianmu membunuhnya.



Links:

Apa itu Apheresis http://dlvr.it/mXqtH



Sayap Ibu Bintaro



Keterangan foto:
1. Anak-anak penghuni Sayap Ibu Bintaro
2. Merayakan ulang tahun Berti (lagi)
3. Umay yang cantik menggemaskan (˘⌣˘)ε˘`)
4. Ayu yang manja minta disuapin :)
5. Sebagian dari tim #BERBAGI yang hadir


Tulisan ini seharusnya di posting saat bulan Ramadhan kemarin. Tapi entah kenapa, saya ragu untuk memposting foto-fotonya. Bagi orang lain, berfoto dengan anak-anak cacat mungkin biasa saja. Sementara bagi saya, kok rasanya seperti mengeksploitasi kekurangan mereka ya? Kalau akhirnya tulisan ini saya posting sekarang, pertimbangannya adalah karena ingin mengajak pembaca IdenyaDini untuk lebih perduli kepada mereka yang kurang beruntung agar kita selalu bersyukur dengan nikmat yang sudah diberikan Tuhan YME.

Minggu, 27 Agustus 2011

Bintaro itu jauuuuuh dari tebet. Kalau tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak, rasanya malas ke daerah ini. Wilayahnya yang luas, menurut saya sangat membingungkan. Buktinya, walau sudah kedua kali saya ke Sayap Ibu Bintaro, tapi tetap saja nyasar (ˇ_ˇ'!l) (alasan, padahal memang saya saja yang error).

Petunjuk jalan dari teman yang tinggal di Bintaro, Ayu, sudah saya simpan di memopad tetapi tetap tidak menolong. Kami sempat nyasar di sekitar Driving Range. Untungnya, kali ini Ayu juga akan ikut ke Sayap Ibu, jadi kami bisa konvoi. Alhamdulillah, biarpun sempat nyasar, kami bisa sampai dengan selamat sebelum adzan maghrib. Jadi puding coklat yang saya bawa tidak sia-sia :)

Karena acaranya adalah buka puasa bersama, peserta diharapkan membawa 1 jenis makanan untuk potluck. You know me laaah, cooking is definitely not my cup of tea. Harap maklum kalau puding coklat adalah menu andalan saya untuk potluck karena bikinnya gak ribet :D

Panti Asuhan Sayap Ibu Bintaro mengasuh 30 anak cacat ganda (tuna daksa). Mereka diantaranya adalah penderita Hidrocephalus, Microcephalus, Autis, Down Syndrome (DS) dan Celebral Palsy yang berusia antara 1 tahun hingga anak berusia 22 tahun.

Seperti biasa, penyakit cengeng saya mendadak kumat melihat anak-anak penghuni di sana. Sudah berusaha ditahan, tapi air mata ini terus saja mengucur tanpa kompromi. Bukan fisik mereka yang membuat saya sedih, tapi nasib mereka yang ditelantarkan oleh keluarganya. Anak-anak itu banyak yang dibuang oleh orangtuanya yang menganggap mereka sebagai aib keluarga. Ada yang dibuang di tempat sampah. Ada yang dititipkan ibunya ke supir taksi dari Cirebon agar dibawa ke Jakarta :(

Hari itu, Berti, salah satu penghuni panti dirayakan ulang tahunnya. Sebenarnya ulang tahunnya beberapa hari yang lalu, tapi banyak sekali yang ingin membawakan hadiah dan kue untuknya. Jadi kata mbak Ina, ulang tahun Berti akan dirayakan selama seminggu penuh. Berti, penderita hidrocephalus berusia 8 tahun, terlihat senang ketika semua menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuknya.

Sebelumnya, saya ke Yayasan Sayap Ibu hanya bertiga dengan Zi dan Za. Waktu itu Zu ikut ayahnya ke acara kantor. Kali ini paket komplit alias bersama hubby dan 3pzh. Senang melihat 3pzh menikmati kunjungan mereka ke Sayap Ibu hari ini. Zi sibuk memotret dengan kameranya, Zu asyik bermain dengan pengunjung anak-anak seumurannya, sementara Za terus nempel ke bundanya.

Walau terlihat jealous setiap kali saya menggendong anak lain, Za tetap mau memeluk dan menciumnya. Terutama saat saya menggendong Umay. Humaira nama panjangnya. usianya sepantaran dengan Za, tapi badannya jauh lebih kecil, entah ada hubungannya atau tidak dengan DS yang dideritanya. Pertama ketemu, saya langsung jatuh cinta dengan senyumnya yang cantik dan pipinya yang merah menggemaskan.

Ternyata tidak hanya Za yang posesif ke bundanya. Ayu, penderita DS, juga tidak mau saya berbagi perhatian dengan yang lain. Dengan manjanya Ayu minta disuapin puding dan minta dibacakan buku cerita. Setiap kali mau beranjak, tangan saya ditarik agar duduk kembali disisinya :)

Anak-anak Sayap Ibu Bintaro selalu membuat saya kangen untuk sering datang mengunjungi mereka. Sayang keterbatasan waktu dan tenaga menghalangi keinginan itu :( Kalau ada pembaca yang berminat main-main kesana, ini alamatnya:

Yayasan Sayap Ibu Bintaro
Jl. Raya Graha Bintaro No. 33 B
Pondok Kacang Barat - Bintaro,
Tangerang 15226
(dekat Apotik Century)

Berikut daftar barang kebutuhan anak-anak panti. Daftar ini saya dapat dari BM mbak Ina (maaf menyebut merk):
Susu Pediasure, NAN 2 DHA, Enfakid 4, SGM 2, SGM 4, Frisian Flag 123, Bubur Susu ( Nestle, Promina 6+, SUN 6+ Rasa Beras Merah + Kacang Hijau ), Quaker / Havermout Tissue Basah, Mamy Poko Biasa ( XXL ), Pampers / Diapers ( S ), Mamy Poko Celana ( XL ), dan Force Magic.

Jika pembaca ingin ikut #BERBAGI dapat menghubungi:

Twitter : @inagibol dan @berbagisharing


#BERBAGI di RS Dharmais


Keterangan foto:
1. Sebagian dari relawan #BERBAGI yang ikut pada kegiatan tanggal 14 Agustus 2011 di RS Dharmais
2. Noval sedang memamerkan kepiawaiannya bermain sulap kepada mbak Ina
3. Alika, gadis kecil pemberani yang suka menyanyi
4. Putri, Dimas dan Ajeng sedang menikmati hidangan berbuka puasa
5. Vita, Acho dan Bagas sedang mewarnai tokoh kartun favorit mereka
6. Alika yang senang musik sedang mencoba memainkan keyboard
7. Hasil karya pasien dari Bangsal Anak

----------------------------


Minggu sore 14 Agustus 2011. Sudah hampir 15 menit saya duduk dalam mobil, di parkiran RS Dharmais. Masih 30 menit lagi dari waktu yang ditentukan untuk berkumpul. Tapi bukan itu yang menahan kaki saya untuk turun dan masuk ke rumah sakit beraura suram itu.

Terus terang, saya takut tidak dapat menahan air mata di dalam sana. Melihat anak-anak berkepala plontos itu dengan infus di tangan dan masker di mulut, sungguh menyesakkan dada. Ya, sore itu saya berencana untuk mengikuti kegiatan #BERBAGI di Bangsal Anak RS Dharmais. Berbuka puasa dan berbagi kasih dengan anak-anak penderita kanker yang di rawat di situ.

Mengunjungi penderita kanker, terutama yang masih anak-anak, perlu nyali yang kuat. Mereka masih seumuran 3pzh, tetapi sudah menanggung beban sedemikian berat. Membayangkan rasa sakit yang harus dirasakannya, rasa mual dan lemas setelah kemoterapi, harapan orangtuanya atas kesembuhan anaknya, perjuangan mereka mengalahkan penyakit ini.... tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Semoga Allah selalu memberikan mereka dan keluarganya kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Seperti juga anak-anak normal lainnya, anak-anak penderita kanker juga memiliki hobi dan cita-cita. Kemarin saya berkenalan dengan Noval yang hobi bermain sulap, Alika (4) yang suka menyanyi dan Bagas (6) yang pintar mewarnai. Walau harus membawa tiang infus kemana-mana, mereka tetap ceria. Bahkan Dimas (11), Putri (11) dan Ajeng (10) puasanya penuh dari Ramadhan hari pertama. Semangat mereka sangat luar biasa!

Pertemuan yang hanya beberapa jam itu mengajarkan kepada saya tentang arti kesabaran, kepasrahan dan bersyukur. Tiga pelajaran tersulit dari sekolah kehidupan. Saya merasa malu karena selama ini terlalu gampang mengeluh. Dibandingkan penderitaan mereka, apalah artinya ketidaknyamanan yang saya rasakan?

Jangan menunggu terjadi pada kita atau orang terdekat kita dulu, baru mau perduli dengan penderitaan mereka. Ada banyak cara untuk membantu meringankan beban mereka. Anda bisa membantu mereka dengan menjadi dondar siaga, relawan, atau donatur.

Menjadi dondar siaga berarti anda harus memenuhi beberapa persyaratan khusus, lulus screening dan harus siap bila sewaktu-waktu dipanggil untuk donor. Bila ingin menjadi relawan, anda dapat berbagi kasih dengan bermain, membacakan cerita dan berinteraksi dengan anak-anak penderita kanker tersebut. Selain itu juga bisa membantu dalam bentuk materi. Sumbangan anda akan digunakan untuk membeli kebutuhan rutin mereka, seperti susu dan popok.

Ingin mengetahui lebih jauh tentang gerakan #BERBAGI? Cekidot link dibawah ini ya:


Twitter : @inagibol dan @berbagisharing



Untuk BERBAGI donasi 
*Bank Mandiri 101-00-0651364-0
a/n Amalia Medina
*BCA 2371528450
a/n Eric Gunawan